Total Tayangan Laman

Sabtu, 19 Mei 2012

MODEL PENELITIAN GROUNDED DALAM MENGKAJI MASALAH-MASALAH PENDIDIKAN


A.    PENDAHULUAN
      Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran). Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentangkehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, aktivitas sosial, dan lain-lain. Salah satu alasan menggunakan pendekatan kualitatif adalah pengalaman para penelitidimana metode ini dapat digunakan untuk menemukan dan memahami apa yang tersembunyi dibalik fenomena yang kadangkala merupakan sesuatu yang sulit untuk dipahami secara memuaskan.
      Didalam penelitian kualitatif ada beberapa model penelitian yang digunakan. Salah satunya model penelitian Grounded, dan kami akan membahas lebih mendalam tentang model penelitian Grounded dalam mengkaji masalah-masalah pendidikan.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian dari model penelitian Grounded?
2.      Apa saja karakteristik model penelitian Grounded?
3.      Bagaimana analisis data dengan menggunakan model penelitian Grounded?
4.      Apa saja langkah teoretisasi penelitian Grounded?

C.    PEMBAHASAN
1.      Pengertian Model Penelitian Grounded
            Model penelitian grounded teori adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan sejumlah prosedur sistematis guna mengembangkan teori dari kancah. Pendekatan ini pertama kali disusun oleh dua orang sosiolog; Barney Glaser dan Anselm Strauss. Untuk maksud ini keduanya telah menulis 4 (empat) buah buku, yaitu; "The Discovery of Grounded Theory" (1967), Theoritical Sensitivity (1978), Qualitative Analysis for Social Scientists (1987), dan Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1990). Menurut kedua ilmuwan ini, pendekatan Grounded Theory merupakan metode ilmiah, karena prosedur kerjanya yang dirancang secara cermat sehingga memenuhi keriteria metode ilmiah. Keriteria dimaksud adalah adanya signikansi, kesesuaian antara teori dan observasi, dapat digeneralisasikan, dapat diteliti ulang, adanya ketepatan dan ketelitian, serta bisa dibuktikan.
            Sesuai dengan nama yang disandangnya, tujuan dari Grounded Theory Approach adalah teoritisasi data. Teoritisasi adalah sebuah metode penyusunan teori yang berorientasi tindakan/interaksi, karena itu cocok digunakan untuk penelitian terhadap perilaku. Penelitian ini tidak bertolak dari suatu teori atau untuk menguji teori (seperti paradigma penelitian kuantitatif), melainkan bertolak dari data menuju suatu teori. Untuk maksud itu, yang diperlukan dalam proses menuju teori itu adalah prosedur yang terencana dan teratur (sistematis). Selanjutnya, metode analisis yang ditawarkan Grounded Theory Approach adalah teoritisasi data (Grounded Theory).
            Pada dasarnya Grounded Theory dapat diterapkan pada berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, namun demikian seorang peneliti tidak perlu ahli dalam bidang ilmu yang sedang ditelitinya. Hal yang lebih penting adalah bahwa dari awal peneliti telah memiliki pengetahuan dasar dalam bidang ilmu yang ditelitinya, supaya ia paham jenis dan format data yang dikumpulkannya.[1]
            Penelitian grounded adalah tehnik penelitian induktif. Pendekatan penelitian ini bermaslahat dalam menemukan problem-problem yang muncul dalam situasi kebidanan dan aplikasi proses-proses pribadi untuk menanganinya. Metodologi teori ini menekankan observasi dan mengembangkan basis praktik hubungan intuitif antara variable. Proses penelitian ini melibatkan formulasi, pengujian, dan pengembangan ulang proposisi selama penyusunan teori.[2]
            Penelitian teori Grounded diintrodusir oleh Glaser dan Strauss melalui karya monumental mereka The Discovery of Grounded Theory (1967). Glaser dan Strauss berupaya mengenalkan suatu corak penelitian untuk menemukan teori berdasarkan data.[3]



2.      Karakteristik model penelitian Grounded
1)      Fokus penelitian diarahkan pada proses yang berhubungan dengan sebuah topik substantif.
2)      Penjaringan data (yang dilakukan secara stimulan dengan analisis data) dilakukan dengan menggunakan penyampelan teoritis.
3)      Analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pengodean terbuka, pengodean poros, dan pengodean selektif. Sambil melaksanakan perbandingan konstan dan membuat pertanyaan tentang data-data yang diperoleh.
4)      Sewaktu menganalisis data untuk memunculkan kategori-kategori, sebuah kategori inti diidentifikasi.
5)      Kategori inti yang diidentifikasi kemudian dikembangkan dan dirumuskan menjadi teori. Selama melakukan penelitian, peneliti membuat catatan-catatan (memo) untuk mengelaborasi ide-ide yang berhubungan dengan data dan kategori-kategori yang dikodekan.

3.      Analisis Data
            Pada esensinya kegiatan pengumpulan dan analisis data dalam Grounded Theory adalah proses yang saling berkaitan erat, dan harus dilakukan secara bergantian (siklus). Karena itu kegiatan analisis yang dibicarakan pada bagian berikut telah dikerjakan pada saat pengumpulan data sedang berlangsung.
            Kegiatan analisis dalam penelitian ini dilakukan dalam bentuk pengkodean (coding). Pengkodean merupakan proses penguraian data, pengonsepan, dan penyusunan kembali dengan cara baru. Tujuan pengkodean dalam penelitian Grounded Theory adalah untuk menyusun teori, memberikan ketepatan proses penelitian, membantu peneliti mengatasi bias dan asumsi yang keliru, dan memberikan landasan, memberikan kepadatan makna, dan mengembangkan kepekaan untuk menghasilkan teori.
            Terdapat dua prosedur analisis yang merupakan dasar bagi proses pengkodean, yaitu: pembuatan perbandingan secara terus-menerus (the constant comparative methode of analysis) dan pengajuan pertanyaan. Dalam konteks penelitian Grounded Theory, hal-hal yang diperbandingkan itu cukup beragam, yang intinya berada pada sekitar relevansi fenomena atau data yang ditemukan dengan permasalahan pokok penelitian dan posisi dari setiap fenomena dilihat dari sifat-sifat atau ukurannya dalam suatu tingkatan garis kontinum.

4.      Langkah Teoretisasi Penelitian Grounded
Karena tujuan akhir penelitian Grounded ialah untuk menghasilkan teori berdasarkan data, maka terdapat tiga langkah penting untuk menghasilkan teori tersebut, yaitu:
a.       Konseptualisasi adalah langkah memahami data secara jeli untuk melahirkan konsep. Caranya, semua data dibaca dengan cermat untuk diperoleh kata-kata kunci. Dari kata-kata kunci akan diperoleh label secara konseptual. Misalnya, konsep tentang “kepemimpinan”, “etos kerja”, “idealisme”, “reward and punishment”  dan sebagainya.
b.      Kategorisasi konsep. Jika konsep berangkat dari pelabelan data dari kata-kata kunci, maka kategorisasi adalah tahap mengumpulkan konsep-konsep secara lebih abstrak. Langkah untuk memperoleh kategori adalah dengan cara mencari perbedaan dan persamaan masing-masing konsep. Data dengan ciri-ciri yang sama dikelompokkan ke dalam satu kelompok kategori. Yang berbeda untuk sementara disingkirkan sambil mencari jika ada data yang memiliki ciri-ciri yang sama lagi dalam pembacaan data lebih lanjut.
c.       Melahirkan proposisi. Proposisi adalah pernyataan yang mengandung hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai atau benar atas sesuatu yang relevan dengan keadaan di lapangan. Penyusunan konsep, kategori, dan proposisi merupakan suatu keharusan untuk menghasilkan teori, sebagai tujuan akhir dari grounded research.[4]

D.    KESIMPULAN
      Penelitian grounded adalah tehnik penelitian induktif. Pendekatan penelitian ini bermaslahat dalam menemukan problem-problem yang muncul dalam situasi kebidanan dan aplikasi proses-proses pribadi untuk menanganinya. Metodologi teori ini menekankan observasi dan mengembangkan basis praktik hubungan intuitif antara variable. Proses penelitian ini melibatkan formulasi, pengujian, dan pengembangan ulang proposisi selama penyusunan teori.
      Karakteristik model penelitian Grounded yaitu fokus penelitian diarahkan pada proses yang berhubungan dengan sebuah topik substantif, penjaringan data (yang dilakukan secara stimulan dengan analisis data) dilakukan dengan menggunakan penyampelan teoritis. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dalam bentuk pengkodean (coding). Langkah teoretisasi penelitian Grounded adalah konseptualisasi, kategorisasi konsep, daln melahirkan proporsi.

E.     PENUTUP
      Demikianlah makalah yang dapat kami sampaikan, dalam kajian yang kaitannya dengan model penelitian Grounded dalam mengkaji masalah-masalah pendidikan. Kritik serta saran konstruktif selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah kami. Kami memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan maupun pemaparan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiin…

DAFTAR PUSTAKA

Bungin, Burhan, Analisis Data Penelitian Kualitatif, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada), 2003
Saekan, Muhammad, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Kudus : Nora Media Enterprise), 2010
http:// Theory/Metode-Penelitian-Kualitatif-Grounded-Theory-Approach.html


[2] Mukhammad Saekan, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Kudus ; Nora Media Enterprise, 2010), hlm. 69
[3] Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2003), hlm. 119
[4] Muhammad Saekan, Op. Cit, hlm. 71

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar